Penggunaan Jargon Komunitas Sepeda Solo Raya dalam Percakapan di Media Sosial (The Use of the Solo Raya Bicycle Community Jargon in Social Media Conversations)

Kalpika Cahya Buana, Elita Ulfiana

Abstract


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penelitian mengenai penggunaan jargon dalam komunitas sepeda. Tujuannya adalah mendeskripsikan penggunaan jargon dalam hal bentuk, makna, dan fungsi yang digunakan oleh komunitas Sepeda Solo Raya. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif. Sumber data berupa percakapan dalam grup Facebook dan WhatsApp komunitas Sepeda Solo Raya. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik dokumentasi dan teknik catat. Penganalisisan data menggunakan metode padan dan agih. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan bentuk penggunaan jargon yang didasarkan pada proses pembentukan istilah beserta asal istilahnya, yakni bentuk tunggal, afiksasi, reduplikasi, pemajemukan, abreviasi, dan frasa, yang berasal dari bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Jawa. Makna jargon dapat dikategorikan menjadi tiga jenis, yakni makna denotatif, konotatif, dan istilah. Berdasarkan fungsinya, jargon memiliki 13 fungsi, yakni memberikan perintah, menyampaikan imbauan, memberikan perhatian atau menyanjung, menyampaikan permintaan, memberikan persetujuan, menyampaikan penolakan, menyampaikan larangan, memberikan informasi, menyampaikan fakta, membuat pernyataan, menyampaikan pemberitahuan, menyingkap perasaan, dan memberikan pertanyaan.

 

This research is motivated by research on the use of jargon in the bicycle community. The aim is to describe the use of jargon in terms of form, meaning, and function used by the Solo Raya bicycle community. This article was a descriptive qualitative study. The data sources are conversations in the Facebook and WhatsApp groups of the Solo Raya Bike community. The data in this study were obtained by documentation and note-taking techniques. Analysis of the data using the matching and agih method. The results of this study are found forms of jargon usage based on the process of forming the term and the origin of the term, namely singular form, affixation, reduplication, compounding, abbreviation, and phrases, which come from Indonesian, English, and Javanese. The meaning of jargon can be categorized into three types, namely denotative, connotative, and term meanings. Based on its function, jargon has 13 functions, namely giving orders, conveying appeals, paying attention/flattering, asking for requests, giving approval, conveying rejections, conveying prohibitions, providing information, conveying facts, making statements, conveying notifications, expressing feelings, and asking questions.


Keywords


jargon, grup media sosial, komunitas sepeda

Full Text:

PDF

References


Ardiansyah, Erlan Aditya, Lia Maulia Indriani, dan Sugeng Riyanto. 2014. “Jargon Peretas yang Dibentuk Melalui Proses Perluasan Makna”. Jurnal Humaniora, 26(3): 328–336.

Arsita, Tika Yuni, Nurlaksana Eko Rusminto, dan Muhammad Fuad. 2014. “Afiks dalam Berita Utama Surat Kabar Lampung Post”. Jurnal Kata, 2(2): 1–13.

Aslinda, dan Syafyahya Leni. 2010. Pengantar Sosiolinguistik. Bandung: PT Refika Aditama.

Chaer, Abdul. 2015. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Chaer, Abdul, dan Leonie Agustina. 2004. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Depdiknas. 2000. Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Jakarta: Pusat Bahasa.

Garing, Jusmianti. 2017. “Penggunaan Jargon oleh Komunitas Waria di Jejaring Sosial Facebook”. Jurnal Ranah, 6(1): 1–29.

Inderasari, Elen, dan Wahyu Oktavia. 2018. “Pemakaian Register Bahasa Kru Bus AKAP di Terminal Tirtonadi Surakarta”. Jurnal Dialektika, 5(2): 159–178.

Kridalaksana, Harimurti. 2007. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Kurnia, Vivi, Ermanto, dan Emidar. 2013. “Penggunaan Jargon oleh Komunitas Chatting Facebook di Kalangan Mahasiswa Universitas Negeri Padang”. Jurnal Bahasa Dan Sastra, 1(2): 1–17.

Muslich, Masnur. 2010. Text Book Writing: Dasar-Dasar Pemahaman, Penulisan dan Pemakaian Buku Teks. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Muslim, Faris, dan Wahyu Oktavia. 2019. “Variasi Bahasa Jargon Dakwah Komunitas Mahasiswa UKMI (Unit Kegiatan Mahasiswa     Islam)         Nurul Ilmi”. Jurnal IMAJERI, 1(2): 62–69.

Ohoiwutun, Paul. 2002. Sosiolinguistik. Jakarta: Kesaint Blanc.

Ramlan, M. 2005. Ilmu Bahasa Indonesia Sintaksis. Yogyakarta: CV Karyono.

__________. 2009. Morfologi Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: CV. Karyono

Rofek, Aenor. 2017. “Bahasa Jargon pada Komunitas Remaja di Situbondo (Analisis Diskripsi Kualitatif Penggunaan Bahasa Jargon pada Komunitas Remaja di Situbondo)”. Jurnal IKA, 5(1): 1–18.

Suminar, Mentari. 2018. “Jargon Jual Beli Online dalam Media Sosial Instagram (Kajian Sosiolinguistik)”. Jurnal Simki-Pedagogia, 2(4): 1–11.

Verhaar, J. W. M. 2008. Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.


Waridah. 2015. “Penggunaan Bahasa dan Variasi Bahasa dalam Berbahasa dan Berbudaya”. Jurnal Simbolika, 1(1): 84–92.




DOI: https://doi.org/10.36567/jalabahasa.v17i2.820

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jalabahasa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

JALABAHASA INDEXED BY:

 

 

________________________________________________________________________________________________________

@2017 Jalabahasa (e-ISSN 2615-6032, p-ISSN 1858-4969)

Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah

Jalan Elang Raya 1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia 50272

Telepon 024-76744357, 76744356; Faksimile 024-76744358; Pos-el jalabahasa.bbjt@gmail.com

Powered by OJS

Creative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.