Fungsi Sastra Lisan pada Acara Bedindang di Desa Air Kemang, Kecamatan Pino Raya, Bengkulu Selatan: Kajian Pragmatik (The Functions of Oral Literature in Bedindang Events at Air Kemang Village, Pino Raya District, Bengkulu Selatan: a Pragmatic Study)

Selva Putri Yanika, Ixsir Eliya, Ali Akbar Jono

Abstract


Salah satu jenis sastra lisan yang hingga kini masih membudaya di Bengkulu Selatan adalah bedindang. Bedindang sebagai sastra lisan mengandung tuturan yang memiliki makna ilokusi beragam karena banyak mengandung perumpamaan dan makna yang tersirat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud implikatur dan fungsi implikatur dalam bedindang. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan pragmatik dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan ada dua wujud implikatur dalam sastra lisan bedindang, yaitu (1) implikatur konvensional dan (2) implikatur percakapan yang terbagi menjadi tiga, yaitu (a) implikatur percakapan umum, (b) implikatur percakapan berskala, dan (c) implikatur percakapan khusus. Wujud-wujud implikatur yang ditemukan dalam analisis memiliki fungsi tertentu yang ingin disampaikan penutur. Ada tiga jenis fungsi, yaitu (1) fungsi direktif, (2) fungsi ekspresif, dan (3) fungsi asertif.

 

One type of oral literature that is still cultivated in South Bengkulu is bedindang. Bedindang, as an oral literature, contains utterances that have various illocutionary meanings as it contains many parables and implied meanings. This study aims to describe the implicature form and implicature function in bedindang. There are two approaches used, namely the pragmatic approach and the qualitative descriptive approach. The results revealed two forms of implicature in bedindang oral literature: (1) conventional implicature and (2) conversational implicature. Conversational implicature is divided into three, namely (a) general conversation, (b) scaled conversation, and (c) conversation implicature with special context. Additionally, the implied forms found in the analysis have three specific functions which the speaker wishes to convey: (1) directive, (2) expressive, and (3) assertive.


Keywords


implikatur, sastra lisan, bedindang

Full Text:

PDF

References


Astuti, D. P. J. 2020. "Semiotika Pantun Minang pada Masyarakat Minangkabau Kota Bengkulu". Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 2(1), 43. https://doi.org/10.29300/disastra.v2i1.2708

Eliya, I. 2018. "Fungsi Pilihan Kode Tutur dalam Wacana Keagamaan: Studi Kasus pada Ceramah K.H. Anwar Zahid, Ustaz Abdul Somad, dan Ki Joko Goro-Goro. Jalabahasa, 14(1), 1–19. http://jurnal.balaibahasajateng.id/index.php/jalabahasa/article/view/145

Handono, Suryo. 2017. "Implikatur Kampanye Politik dalam Kain Rentang di Ruang Publik". Aksara. 29(2), 253–266.

Hasanadi. 2014. "Seni Dendang Bengkulu Selatan: Menelisik Sistem Nilai Budaya dan Dampak Sosial Ekonomi Seniman Tradisional". Suluah: Media Komunikasi Kesejarahan, Kemasyarakatan, dan Kebudayaan Balai Pelestarian Nilai Budaya Padang, 14 (18), 55.

Hutomo, S. H. 1991. Mutiara yang Terlupakan: Pengantar Studi Sastra Lisan. Surabaya: HISKI Jawa Timur.

Irma, C. N. 2019. "Analisis Fungsi dan Bentuk Implikatur dalam Iklan Sprite: Kenyataan yang Menyegarkan di Televisi. Hasta Wiyata, 2(2), 26–32. https://doi.org/10.21776/ub.hastawiyata.2019.002.02.03

Moleong, L. J. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Purwa, I. M. 2015. "Implikatur dan Retorika Pemakaian Bahasa pada Iklan Papan Nama". Aksara, 27(1), 13–24. http://aksara.kemdikbud.go.id/jurnal/index.php/aksara/article/view/167

Rahardi, K. 2003. Berkenalan dengan Ilmu Bahasa Pragmatik. Malang: Dioma.

Rustono. 1999. Pokok-Pokok Pragmatik. Semarang: CV IKIP Semarang Press.

Sugiono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R&D. Bandung: Alfabeta.

Sriyono. 2014. "Kearifan Lokal dalam Sastra Lisan Suku Moy Papua". Atavisme. 17 (1), 55–69.

Syaifudin N, Zain. 2013. "Implikatur dan Kesantunan Positif Tuturan Jokowi dalam Talkshow Mata Najwa dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia di SMK. Jurnal Penelitian Humaniora, 14 (1) 55–70.

Taum, Y. Y. 2011. Studi Sastra Lisan. Yogyakarta: Lamalera.

Vansina. 1985. Oral Tradition As History. London: Hienemann Kenya.

Wati, D. R. 2017. "Implikatur dalam Percakapan Sinetron Para Pencari Tuhan". Jurnal Penelitian Humaniora, 18 (1), 1–9.

Yule, G. 2006. Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Yuni, B. 2018. "Nilai Luhur Dalam Lagu-Lagu Dayak: Kajian Implikatur". Jurnal KATA, 2(1), 13.




DOI: https://doi.org/10.36567/jalabahasa.v17i1.761

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jalabahasa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

JALABAHASA INDEXED BY:

 

 

________________________________________________________________________________________________________

@2017 Jalabahasa (e-ISSN 2615-6032, p-ISSN 1858-4969)

Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah

Jalan Elang Raya 1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia 50272

Telepon 024-76744357, 76744356; Faksimile 024-76744358; Pos-el jalabahasa.bbjt@gmail.com

Powered by OJS

Creative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.