Get Adobe Flash player

Bunda PAUD Kota Banjarbau Ikut Mendongeng

BUNDA-PAUD-BANJARBARU-1

Banjarbaru - Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2018 Kota Banjarbaru diapresiasi Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani Bunda PAUD Kota Banjarbaru Hj Ririen Nadjmi Adhani dan Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Drs H Said Abdullah Msi.

Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2018 Kota Banjarbaru dilaksanakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarbaru, bertempat di Lapangan Murjani Kota Banjarbaru,pada Rabu (08/08).

Turut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Husnul Hatimah SH MH, Kepala Disdalduk KB PMP dan PA Kota Banjarbaru Ir Hj Puspa Kencana MP, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru Dr Hj Rahma khairita, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru drg Agus Widjaja, Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan se Kota Banjarbaru dan undangan lainnya. Peserta Hari Anak Nasional tahun 2018 Kota Banjarbaru adalah perwakilan anak-anak PAUD, TK, SD, SLTP, SLTA dan perwakilan anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) se Kota Banjarbaru.

Tisnawati SPd AUD selaku Ketua Panitia Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2018 Kota Banjarbaru mengatakan tujuan umum diadakannya kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kepedulian, kesadaran dan peran aktif setiap individu, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media, Pemerintah dan Negara dalam menciptakan lingkungan yangberkualitas untuk anak.

Sedangkan tujuan khususnya adalah untuk memastikan semua anak Banjarbaru gesit dan empati merespon perubahan-perubahan yang sangat cepat dibidang ilmu pengetahuan, teknologi, kebudayaan, kesenian dan sebagainya.

Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani sangat mengapresiasi diadakannya Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2018 Kota Banjarbaru. Apalagi beberapa waktu lalu Banjarbaru telah meraih penghargaan Kota Layak Anak tahun 2018 yang diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Yohana Yembise.

“Pembentukan SDM yang berkarakter adalah  agar sumber daya manusia yang sehat, mempunyai etos kerja tinggi dan berakhlak mulia berdasarkan nilai-nilai religius.  SDM berkarakter harus memiliki paling tidak dua hal, yaitu karakter moral dan karakter kinerja,” jelas H Nadjmi Adhani.

Karakter moral yang dimaksud adalah mewujudkan pribadi beriman, taqwa, rendah hati, dan jujur. Sedangkan karakter kinerja, yakni sosok masyarakat yang kerja keras, ulet, tangguh, tidak gampang menyerah, tuntas dan amanah.

Lima (5) nilai karakter yang dibentuk di Kota Banjarbaru, lanjut H Nadjmi Adhani sehingga jadi pembeda bagi anak-anak kita kedepan sehingga melekat karakternya, yang pertama adalah anak Banjarbaru adalah anak yang religius paham dan mengerti agamanya, karakter yang kedua punya sopan santun dan berbudi pekerti yang baik, karakter yang ketiga adalah karakter cinta tanah air dan karakter yang ke empat adalah karakter mencintai lingkungan dan karakter yang kelima adalah karater mandiri atau pandai berwirausaha

“Lima karakter ini dibangun haruslah dimulai dari keluarga kemudian anak, agar semua bisa terwujud itu haruslah didukung juga oleh lingkungan yang ada disekitar kita,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu Bunda PAUD Kota Banjarbaru Hj Ririen Nadjmi Adhani juga membacakan dongen kepada anak-anak PAUD, TK dan anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) saat Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2018 Kota Banjarbaru. (T7/A2)

Satuan Pendidikan & Program PAUD dan Dikmas Akan Ditertibkan

IMG 1147

Jakarta - Antara satuan pendidikan dan program seringkali agak kacau tingkat kedudukannya yang terkadang setara dan tidak, jadi ini yang perlu kita tertibkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud), ujar Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) Harris Iskandar. Saat Rapat Kordinasi Penyelarasan Program Ditjen PAUD & Dikmas. Kamis (26/7)

 

Ibarat antara kamar dengan hotelnya ataupun Universitas dengan program studinya, karena masih samar untuk membedakan antara satuan pendidikan dengan program sehingga agak menyulitkan didalam data statistik. Misalnya dalam satu lokasi lembaga kita bisa menemukan lebih dari Nomor Pokok Satuan Pendidikan (NPSN), seharusnya secara logika cukup satu lembaga satu NPSN dimana lembaga tersebut menawarkan banyak program.

 

Dirjen juga menyampaikan, bahwa saat ini kita sedang menggodok revisi Permendikbud tersebut dan hal itu juga berdampak terhadap revisi akreditasi pada satuan pendidikan, karena dalam undang-undangnya sendiri tidak sejelas dipendidikan formal ataupun pendidikan tinggi.

Rapat Koordinasi yang digelar di Ruang Sidang Utama Sekertariat Ditjen PAUD dan Dikmas Gedung E Lt. III Perkantoran Kemdikbud, selain dihadiri pejabat eselon IV s.d eselon IV dilingkungan Ditjen PAUD dan Dikmas. Turut hadir pejabat Bidang Pendidikan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan institusi atau lembaga terkait lainnya. (paud-dikmas.kemdikbud.go.id/A2)

Anggaran Pendidikan Tidak 20 Persen Daerah Dimungkinkan Kena Sanksi

 

IMG 0330

Jakarta - Daerah yang tidak mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar minimal dua puluh persen nanti akan dimungkinkan untuk dikenakan sanksi,” ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, saat Rapat Koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Bersama Kementerian Keuangan Republik Indonesia", di Plaza Insan Berprestasi kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Kamis (19/7).

 

Menkeu juga menawarkan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, untuk bersama-sama mengawasi pengalokasian dan pendistribusian anggaran pendidikan oleh pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen Kemdikbud. “ Ayo silahkan Bapak-bapak dan Ibu-Ibu disini (Kemdikbud) Eselon I, II, III dan IV pikirkan, gunakan kami dan saya akan ikuti saja instrumen Bapak Ibu,” Ujar Sri Mulyani.

 

Kemenkeu siap membantu pengoptimalan penggunaan anggaran fungsi pendidikan. "Saya akan tugaskan tiga dirjen saya yang bisa menjadi partner bapak dan ibu. Dirjen Anggaran, Dirjen Perimbangan Keuangan, dan Dirjen Perbendaharaan," tegas Menkeu.

 

Biarkan uangnya dipegang mereka tapi harus ada akuntabilitas. Alokasi dan distribusi tadi apakah menghasilkan?" kata Sri Mulyani. (paud-dikmas.kemdikbud.go.id/A2)

Ditjen PAUD dan Dikmas Gelar Lomba Konten Kanal Tahun 2018 Berhadiah Puluhan Juta

 

lomba-konten-kanal-paud

Jakarta - Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), dalam hal ini Sub Direktorat Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan PAUD menggelar lomba Konten Kanal PAUD dan 2018, dengan jumlah total hadiah mencapai puluhan juta Rupiah.

 

Lomba yang bertujuan untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam pengisian laman Anggun PAUD terdiri dari dua jenis lomba, yaitu : Lomba Membuat Permainan Mendidik (Edu Game) dan Lomba Penyusunan Buku Cerita Anak dalam format e-book.

 

Panitia menyiapkan hadiah sebesar Rp. 25 Juta + piagam dan piala bagi juara pertama, Rp 20 juta + piagam dan piala untuk juara II, Rp. 15 juta + piagam dan piala bagi juara III dan untuk 15 pemenang juara harapan mendapatkan masing-masing Rp. 5 juta + piagam dan piala.

 

Semua naskah atau produk yang dilombakan paling lambat sudah diterima panitia tanggal 25 Agustus 2018, dengan cara mengirim langsung ke Subdirektorat Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan PAUD, Gedung E lantai 7 Komplek Kemendikbud Senayan – Jakarta atau melalui email di alamat : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. .

Untuk informasi persyaratan dan ketentuan masing-masing lomba, masyarakat dapat mengaksesnya melalui anggunpaud.kemdikbud.go.id, atau akun sosial media resmi Direktorat PAUD yaitu : Facebook PAUD Kemdikbud, Instagram di @paudkemdikbud dan Twitter @paud_kemdikbud, termasuk hasil lomba yang akan diumumkan pada tanggal 3 Sepetember 2018. (PAUD dan Dikmas Kemendikbud/A2)

Yogyakarta Raih Juara Umum Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas 2018

2323373234

 

Pontianak  - Provinsi D.I. Yogyakarta yang berhasil meraih juara umum pada ajang Apresiasi GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan DIKMAS (Pendidikan Masyarakat) Berprestasi dan Berdedikasi tingkat Nasional tahun 2018. Penghargaan diserahkan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Sesjen Kemendikbud), Didik Suhardi pada acara puncak penganugerahan, di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (13/07/2018).

1. Menjuarai 5 kategori

“Alhamdulillah sore ini kita sudah sampai pada puncak acara Penganugerahan GTK PAUD dan DIKMAS Berprestasi dan Berdedikasi yang terbaik. Saya mengucapkan selamat kepada pemenang,” ujar Didik Suhardi dikutip dari laman resmi Kemendikbud. Provinsi D.I. Yogyakarta berhasil meraih juara pertama pada 5 kategori perorangan terbaik, yakni Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Sudijarto Instruktur Kursus Tata Busana, Firmanila Tyastuti Instruktur Kursus Tata Kecantikan Rambut, Nyudi Dwijo Susilo Instruktur Kursus Otomotif Roda Dua, Suparno Tutor Kesetaraan Paket A, Ratri Widati.

2. Kategori lain

Sedangkan untuk 17 sub kategori lainnya pada kategori perorangan peraih juara pertama terdiri dari Guru KB/TPA/SPS, Vebby Julianti Permata, dari Provinsi Jawa Barat; Pengelola KB/TPA/SPS, Ros Ermawati, dari Provinsi Kalimantan Tengah; Pamong Belajar SKB, Susarah Labo, dari Provinsi DKI Jakarta; Penilik, Dwi Anita Setyaningrum, dari Provinsi Jawa Tengah; Pamong Belajar UPT Pusat, Sri Rahayuningtyas, dari Provinsi Jawa Tengah; Pengelola PKBM, Dimas Ramdani Triputra, dari Provinsi Banten; Pengelola TBM, Seiken Romadhan, dari Provinsi Banten. Baca juga: Mendikbud Pantau Hari Pertama Sekolah di Papua Selanjutnya, Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan, Kusmanto, dari Provinsi Jawa Tengah; Instruktur Kursus Tata Rias Pengantin Tradisional, Harcungcung, dari Provinsi Kalimantan Utara; Instruktur Kursus Komputer, Erwin Dwi Nurpermadi, dari Provinsi Jawa Tengah; Tutor Kesetaraan Paket B, Umi Salamah, dari Provinsi Bangka Belitung; Tutor Pendidikan Kesetaraan Paket C, Katrina Permassari, dari Provinsi Banten; Tutor Pendidikan Keaksaraan, Umi Kulsum, dari Provinsi Jawa Timur; Best Practise Pendidik PAUD daerah 3T, Florens Ludia De Fretes, dari Provinsi Papua Barat; Best Practise Tenaga Kependidikan PAUD daerah 3T, Fachruddin, dari Provinsi Banten; Best Practise Pendidik Dikmas daerah 3T, Neli Purwanti Resmiati, dari Provinsi Kalimantan Tengah; dan Best Practise Tenaga Kependidikan Dikmas di daerah 3T, Aksi, dari Provinsi Aceh.

3. Kategori kelompok

Kemudian pada kategori kelompok, Provinsi Papua meraih juara satu pada dua sub kategori, yakni Paduan Suara dan Defile. Sedangkan pada sub kategori Senam Kreasi Daerah diraih oleh Provinsi Kalimantan Barat. “Saya mohon betul bapak dan ibu peroleh juara dapat menularkan praktik terbaiknya itu ditempatnya masing-masing sehingga harapannya PAUD dan Dikmas semakin lama semakin berkualitas,” pesan Didik. Sementara itu, Pejabat Gubernur Kalimantan Barat, Dodi Riyadmadji, menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Kemendikbud yang telah memberikan kepercayaan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Apresiasi GTK PAUD dan DIKMAS Berprestasi dan Berdedikasi Nasional Tahun 2018. “Atas nama Pemerintah dan Masyarakat Kalimantan Barat mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas kepercayaan yang diberikan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Apresiasi GTK PAUD dan DIKMAS Berprestasi dan Berdedikasi tingkat nasional,” ucap Pj. Gubernur. Provinsi D.I. Yogyakarta telah lima kali meraih juara umum pada ajang Apresiasi GTK PAUD dan DIKMAS Berprestasi dan Berdedikasi Nasional yang dilaksanakan sejak tahun 2007. Prestasi tersebut diraih pada tahun 2008 saat penyelenggaraan di Provinsi Jawa Tengah, tahun 2009 saat menjadi tuan rumah, tahun 2015 di Provinsi Sumatera Utara, tahun 2016 di Provinsi Sulawesi Tengah, dan tahun ini diselenggarakan di Provinsi Kalimantan Barat. (KP/A2)