Get Adobe Flash player

Tugas dan Fungsi Penilik

ipiTugas dan Fungsi Penilik

Salah satu unsur tenaga kependidikan pendidikan nonformal yang memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan dan peningkatan mutu pendidikan non formal adalah penilik. Penilik mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melaksanakan pengendalian mutu program Pendidikan Anak Usia Dini Nanformal dan Informal melalui kegiatan pemantauan, penilaian, pembimbingan, pembinaan penyelenggaraan pendidikan non formal dan kegiatan evaluasi dampak program PAUDNI serta penelitian dan pengembangan PAUDNI. Untuk melaksanakan tugas tersebut mereka tentu harus memiliki pengetahuan, pengalaman, wawasan, dan kemampuan yang memadai Eksistensi penilik merupakan salah satu komponen yang dapat mendorong kualitas peningkatan sumberdaya manusia di Indonesia, Peran dan fungsi dalam pendidikan nonformal. Mengingat begitu pentingnya keberadaan penilik dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia maka pemerintah memberikan perhatian dengan mengeluarkan beberapa regulasi, dalam upaya memberikan kan payung hukum dan mekanisme kerja yang jelas dalam pelaksanaan tugas dan fungsi kepenilikan dilapangan. Dalam hal ini pada dasarnya penilik merupakan tenaga profesi kependidikan dengan tugas utama melakukan kegiatan perencanaan , perantauan, pengendalian mutu dan evaluasi dampak program Pendidikan di PKBM, Pendidikan Kesetaraan dan Keaksaraan, serta Kursus pada jalur pendidikan Nonformal dan Informal. Penilik adalah sebuah profesi.Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan kejujuran dan sebagainya) yang tertentu.Sedangkan pengertian profesional merupakan bidang pekerjaan yang demikian yang dimaksud dengan kemampuan profesional ialah kapasitas (pengetahuan dan keterampilan) yang dituntut oleh suatu bidang pekerjaan yang memungkinkan sesorang untuk tampil secara maksimal dalam menyelesaikan pekerjaannya. Kriteria profesionalisme ádalah (1) adanya systematic body of knowledge, (2) adanya kewenangan profesional yang didasarkan atas senioritas dalam keahlian dan keterampilan, (3) adanya sanksi sosial dan pengakuan terhadap kewenangan.Sanksi dijatuhkan oleh organsiasi profesi yang berfungsi, mengendalikan dan mengawasi anggotanya. Organisasi profesi juga berfungsi untuk menyeleksi masuk anggota baru, menetapkan akreditasi tingkat profesionalisme, menerbitkan perijinan, (4) memiliki kode etik, dan (5) budaya kerja yang khas bagi profesi bersangkutan atau profesional culture. Penilik sebagai tenaga fungsional memiliki standar kemampuan profesional dalam bentuk struktur tugas pokok sebagaiman diatur di dalam Keputusan Menpan dan reformasi birokrasi No.14.tahun 2010 dikatakan bahwa penilik memiliki tugas pokok adalah melaksanakan kegiatan perencanaan,pemantaaua, pengendalian mutu PAUDNI dan evaluasi dampak. Berdasarkan tugas pokok tersebut maka penilik merupakan suatu profesi, dan harus memiliki kemampuan yang baik dalam pelaksanaan tugasnya. Keprofesional penilik dituntut dalam melaksanakan tugasnya ini.
rincian Tugas Penilik antara lain;
A. kegiatan pengendalian mutu meliputi:
1. perencanaan program pengendalian mutu PAUDNI;
2. pelaksanaan pemantauan program PAUDNI;
3. pelaksanaan penilaian program PAUDNI;
4. pelaksanaan pembimbingan dan pembinaan kepada pendidik dan tenaga kependidikan pada satuan PAUDNI; dan
5. penyusunan laporan hasil pengendalian mutu PAUDNI.

B. Kegiatan evaluasi dampak PAUDNI penilik memiliki tugas kerja sebagai berikut ini.
1. penyusunan rancangan atau desain evaluasi dampak program PAUDNI;
2. penyusunan instrumen evaluasi dampak program PAUDNI;
3. pelaksanaan dan penyusunan laporan hasil evaluasi dampak program PAUDNI; dan
4. presentasi hasil evaluasi dampak program PAUDNI.

untuk melaksanakan Kegiatan - kegiatan di atas, seorang peniliki harus memiliki kualifikasi dan kompetensi sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 98 Tahun 2014 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Penilik, antara lain:

Kualifikasi Akademik
kualifikasi akademik Penilik minimum adalah Sarjana (S1) atau Diploma IV (D4) bidang kependidikan yang relevan dan keluarkan oleh perguruan tinggi teraktreditasi sebagai penyelenggara program pengadaan pendidik dan tenaga kependidikan.

Adapun yang dimaksud dengan bidang kependidikan dalam peraturan ini yaitu program studi/jurusan : PAUD, Psikologi Pendidikan, PLS . Manajemen Pendidikan,Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Seni dan Bahasa, Pendidikan Sosiologi, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Matematika, Pendidikan Kimia, Pendidikan Biologi, Pendidikan Geografi, Evaluasi Pendidikan, Kurikulun dan Teknologi Pendidikan, dan program studi kependidikan lainnya yang relevan.

Kompetensi Penilik
Standar kompetensi PTK-PAUDNI meliputi enam komponen yaitu : (1) kompetensi kepribadian (2) kompetensi sosial, (3) kompetensi supervisi majerial, (4) kompetensi supervisi Akademik, (5) Kompetensi evaluasi pendidikan, dan (6) Kompetensi Penelitian dan Pengembangan Untuk lebih jelasnya masing-masing kompetensi dijabarkan sebagai berikut:

1.Kompetensi Kepribadian
Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi mayarakat dan berakhlak mulia.Secara rinci setiap elemen keperibadian tersebut dapat dijabarkan menjadi subkompetensi dan indikator esensial sebagai berikut.
a. Berakhlak Mulia dan dapat menjadi teladan bagi masyarakat dan pemangku kepentingan (stakeholder) pendidikan.
b. Bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas profesinya sebagai penilik satuan pendidikan nonformal.
c. Kreatif dalam bekerja dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan tugas-tugas kepenilikan.
d. Bersikap positif terhadap pembaharuan pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang menunjang tugas pokok sebagai penilik satuan pendidikan nonformal.
e. Memiliki motivasi kerja tinggi dalam rangka meningkatkan disiplin, budaya kerja dan kemandirian.

2.Kompetensi sosial
Kompetensi sosial berkenaan dengan kemampuan pendidikan sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan masyarakat sekitar. Kompetensi ini memiliki indikator esensial : Kompetensi ini memiliki subkompetensi dengan indikator esensial sebagai berikut.
a. Menguasai karakteristik sosial, ekonomi dan budaya masyarakat setempat.
b. Bekerja sama dengan berbagai pihak dalam melaksanakan tupoksi sebagai penilik satuan pendidikan nonformal.
c. Berperan serta dalam kegiatan organisasi profesi penilik dan organisasi profesi lainnya. Peka terhadap berbagai masalah yang terjadi pada masyarakat setempat.
d. Menguasai masalah social kemasyarakatan dan cara pemecahannya.

3. Kompetensi Supervisi Manajerial
Kompetensi yang berkenaan dengan penguasaan konsep, fungsi, prinsip, metode, teknik dalam supervisi. Secara rinci masing –masing elemen kompetensi tersebut memiliki subkompetensi dan indikator esensial sebagai berikut :
a. Menguasai fungsi-fungsi manajemen pendidikan dalam penyelenggaraan program PAUDNI
b. Menguasai konsep, prinsip, metode dan teknik supervisi pendidikan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan PAUDNI
c. Menguasai teknik penyusunan rancangan dan pelaksanaan program kepenilikan pada PAUDNI
d. Menguasai metode dan instrument kerja untuk melaksanakan tugas kepenilikan pada PAUDNI.
e. Membina pendidik dan tenaga kependidikan pada satuan PAUDNI.

4. Kompetensi Supervisi Akademik
Kompetensi yang berkenaan dengan penguasaan prinsip dasar , metode, bimbingan pada satuan PAUDNI. Secara rinci masing–masing elemen kompetensi tersebut memiliki subkompetensi dan
indikator esensial sebagai berikut :
a. Menguasai konsep, prinsip dasar teori, metode satuan PAUDNI
b. Membimbing pendidik dan tenaga Kependidikan PAUDNI dalam menyusun silabus/ rencana pelalsanaan pembelajaran PAUDNI
c. Membimbing pendidik dan tenaga kependidikan dalam menggunakan dan mengembanagan media PAUDNI.

5. Kompetensi Evaluasi Pendidikan
Kompetensi ini dalam penguasaan penilaian; memantau, menilai, membina, mengevaluasi pembelajaran, pendidik dan tenaga kependidikan PAUDNI. Secara rinci masing–masing elemen kompetensi tersebut memiliki subkompetensi dan indikator esensial sebagai berikut :
a. Menguasai prinsip-prinsip penilaian pendidikan dan aplikasi dalam program PAUDNI
b. Menilai kinerja Pendidik dan tenaga Kependidikan
c. Membina pendidik dan tenaga kepandidikan PAUDNI
d. Mengevaluasi kinerja satuan kinerja satuan PAUDNI.

6. Kompetensi Penelitian dan Pengembangan
Kompetensi yang berkenaan dengan penguasaan ilmu pengetahuan, prosedur penelitian dan trampil menyusun penelitian, Secara rinci masing–masing elemen kompetensi tersebut memiliki subkompetensi dan indikator esensial sebagai berikut :
a. Menguasai bidang ilmu Pengetahuan
b. Menguasai pendekata, metode, jenis dan prosedur penelitian untuk mengembangkan PAUDNI.
c. Trampil melaksanakan penelitian.
d. Trampil menyusun karya tulis ilmiah berbasis penelitian dan non-penelitian bidang PAUDNI
e. Membimbing pendidik dan tenaga kependidikan PAUDNI dalam melaksanakan penelitian tindakan. (Achmad M)

Referensi :
Permenpan dan reformasi birokrasi No.14.tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Penilik dan Angka Kreditnya
Permendikbud Nomor 98 Tahun 2014 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Penilik
Berbagai Sumber

Full Day School

full

Muhadjir Effendy selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2016 menggagas sistem Full Day School untuk tigkat SD dan SMP. Ide ini diterapkan dengan tujuan agar siswa mendapat pendidikan karakter dan pengetahuan umum di sekolah. Sesuai dengan pesan dari Presiden Jokowi bahwa kondisi ideal pendidikan di Indonesia adalah ketika dua aspek pendidikan bagi siswa terpenuhi. Untuk jenjang SD, 80 persen pendidikan karakter dan 20 persen untuk pengetahuan umum. Sedangkan SMP, bobot pendidikan karakter adalah 60 persen dan 40 persen untuk pengetahuan umum.

Dilihat dari wacana diatas pendidikan yang akan diutamakan sekarang bukanlah lagi pendidikan yang hanya dilihat dari sisi akademik saja, namun lebih pada pendidikan karakter seorang anak yang akan menentukan nasib bangsa ini. Dewasa ini kenakalan anak/remaja meningkat, dapat kita saksikan dengan banyaknya berita dimedia mengenai penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dan tawuran bahkan tidak jarang menuju ke tindak kriminal seperti pelecehan seksual hingga pembunuhan padahal mereka masih berusia anak/remaja. Lantas mengapa hal-hal demikian dapat terjadi? Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengawasan orangtua, terutama orangtua yang keduanya adalah pekerja. Tidak dipungkiri, di daerah perkotaan, umumnya orangtua bekerja hingga pukul 5 sore sedangkan anak pukul 1 pulang sekolah antara jam 1 sampai jam 5 ini adalah jam rawan dimana tidak ada yang bertanggung jawab pada anak karena sekolah sudah melepas, sementara keluarga belum ada. Itulah mengapa sistem full day school dirasa tepat untuk diterapkan di Indonesia.

Adapun Maksud dari full day school adalah pemberian jam tambahan. Namun, pada jam tambahan ini siswa tidak akan dihadapkan dengan mata pelajaran yang membosankan. Kegiatan yang dilakukan seusai jam belajar-mengajar di kelas selesai adalah ekstrakurikuler (ekskul). Dari kegiatan ekskul ini, diharapkan dapat melatih 18 karakter, beberapa di antaranya jujur, toleransi, displin, hingga cinta tanah air. Dengan kegiatan positif ini tentunya anak akan terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif karena tidak memiliki waktu luang untuk melakukan kegiatan kontraproduktif.

Namun tentu saja untuk melaksanakn konsep full day school ini tidak semudah membalik telapak tangan, banyak yang harus dipersiapkan salah satunya adalah sarana dan prasarana, bisa dibayangkan jika suatu sekolah dengan konsep full day school namun fasilitas tidak memadai, bukannya mencetak siswa yang berkarakter namun siswa yang jenuh dan lama kelamaan stress yang akan diperoleh. Oleh karena itu kebijakan ini harus bertahap dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Tentu saja banyak pro dan kontra terhadap konsep full day school yang akan diterapkan di Indonesia, oleh karenanya konsep ini masih dalam tahap pengkajian, jika ditemukan masih banyak kelemahannya maka sistem ini tidak akan dijalankan namun jika sistem ini dikemas dengan tepat dan ramah anak tidak menutup kemungkinan sistem ini akan dijalankan secara bertahap. Dan apapun itu tentunya harapan kita semua adalah membaiknya sistem Pendidikan di Indonesia. (ZR)

Kegiatan Edukatif Saat Libur Sekolah

911

Libur tlah tiba…libur tlah tiba…hore…hore…hore..sebentar lagi liburan sekolah akan tiba, apakah bunda sudah memiliki rencana untuk mengisi liburan anak? apakah akan berlibur kesuatu tempat atau hanya melakukan kegiatan dirumah saja? apapun yang akan kita lakukan tentunya harus membuat si kecil gembira, mengapa? Pada dasarnya setiap manusia, tak terkecuali anak, membutuhkan liburan. Liburan diperlukan karena tubuh dan pikiran manusia perlu penyegaran dan pembaharuan. Apalagi setelah sekian lama menjalani kegiatan-kegiatan rutinnya sehari-hari. Aktivitas liburan yang efektif akan membuat seseorang terhindar dari kejenuhan dan penurunan semangat pada saat melakukan tuntutan tugas rutinnya kembali. Liburan tidak harus bepergian ke suatu tempat namun liburan juga bisa dilakukan dirumah dengan kegiatan yang tentunya selain bermanfaat juga menyenangkan untuk si kecil kesayangan bunda. Berikut ini adalah beberapa kegiatan edukatif untuk mengisi liburan yang dapat dilakukan dirumah bersama sikecil :

1.      1. Menekuni hobi

Pastinya bunda sudah mengetahui apa hobi anak-anak tercinta, misalnya menggambar, mewarna, memasak dan lain sebagainya. Selama masa libur berikanlah waktu khusus untuk menemaninya dan berikan dorongan agar anak menekuni hobinya tersebut, jika bunda seorang pekerja cobalah untuk mengambil cuti. Tentunya anak akan lebih bersemangat jika ditemani oleh ayah bundanya,

2.     2. Membaca

Cobalah untuk menyediakan buku-buku yang menarik sehingga anak tertarik untuk membacanya, jika anak sudah membaca dia akan tenggelam dan lupa waktu dengan bacaanya tersebut. Namun apabila anak belum bisa membaca, bacakanlah buku tersebut dengan gaya yang menarik agar anak tertarik untuk mendengarkannya.

3.      3. Olahraga

Apakah bunda seorang ibu pekerja? Jika iya kemungkinan bunda mempunyai sedikit waktu untuk berolahraga atau bisa dikatakan jarang berolahraga, kali ini jadikanlah moment liburan menjadi liburan sehat bersama keluarga, ajaklah anak-anak berolahraga seperti senam, jalan pagi, bersepeda, dan lain sebagainya. Dengan berolahraga selain mendapatkan kesehatan kegiatan ini juga akan menunjang perkembangan fisik dan keterampilan pada anak.

4.      4. Bercocok Tanam

Kegiatan yang satu ini tidak kalah menyenangkan untuk mengisi waktu liburan anak. Bunda bisa mengajak anak untuk belajar bercocok tanam. Untuk pertama kali bunda bisa memulainya dengan mengajarkan cara menanam bunga, sayur-sayuran di halaman rumah. Kegiatan ini akan membuat liburan anak tidak membosankan meskipun berada di rumah.

5.      5. Berkemah

Cobalah sesekali bunda mendirikan tenda di halaman rumah, dengan kegiatan yang tidak biasa seperti ini anak akan antusias terlebih jika dia diberikan tugas untuk membantu bunda mendirikan tenda tersebut kegiatan ini juga menunjang pengembangan pribadi, seperti memupuk rasa tanggung jawab dan kemandirian anak.

Kegiatan diatas bisa membantu bunda untuk mengisi waktu liburan yang menyenangkan bagi si kecil. Cara sederhana yang dikombinasikan dengan tingkat kreativitas maka akan menciptakan suasana yang menyenangkan. Suasana liburan yang menyenangkan akan membuat anak lebih bersemangat ketika harus memulai kembali aktivitas sekolah.(Zaina)

 


Bangun Pagi Tanpa Masalah

9

Bagi seorang anak tentunya bangun pagi adalah merupakan suatu hal yang berat, pernahkah mama disuatu pagi yang cerah, marah dan berteriak hingga terdengar oleh semua penghuni rumah hanya untuk membangunkan seorang anak kecil yang sedang terlelap? Mungkin jawabannya hampir semua orangtua pernah mengalami hal yang demikian. Zaman dahulu cara mendidik anak sangatlah keras dan dilakukan dengan hal yang cukup ekstrim, untuk membangunkan anak yang sedang terlelap orangtua seringkali menyiram dengan air atau memukul mereka, terkadang hal tersebut memang manjur namun tahukah mama cara yang demikian terkadang malah akan membuat anak memilik emosi yang tinggi, bagaimana cara menanamkan kebiasaan bangun pagi pada anak sejak dini? Hal ini memang tidak semudah membalik telapak tangan, perlu pembiasaan sejak dini. Berikut beberapa cara agar anak terbiasa bangun pagi dengan sendirinya :

1.Tidurlah lebih awal

Pada umumnya seorang anak membutuhkan waktu tidur selama 10 s.d. 12 jam sehari, dengan tidur lebih awal otomatis waktu tidur anak tercukupi sehingga anak akan bangun dalam keadaan tubuh yang segar.

2.Sugesti sebelum tidur

Waktu sebelum tidur adalah merupakan waktu yang baik untuk memberikan sugesti positif kepada anak, karena waktu tersebut adalah kondisi dimana anak merasa nyaman dan tenang sehingga apabila kita masukan hal-hal positif anak akan terus mengingatnya, jelaskan secara sederhana dampak bangun pagi kepada anak.

3.Konsisten

Untuk melatih atau membiasakan anak terhadap suatu hal kita sebagai orangtua wajib konsisten. Usia 3 s.d. 5 tahun adalah fase yang krusial dalam melatih disiplin anak. Jika anak  malas-malasan untuk bangun, berikan waktu tenggang lima atau beberapa menit lagi untuk bangun. Namun jangan  sampai  lebih dari itu. Jika ini terjadi, secara tidak langsung kita mengajarkan anak untuk menunda-nunda waktu bangun dan akhirnya kebablasan. Masalah waktu sebenarnya fleksibel, tidak perlu kaku dalam menetapkan waktu tidur dan bangun untuk anak, yang terpenting konsisten dan memperhatikan kondisi dan kebutuhan anak.

4.Hilangkan rasa nyaman

Seringkali anak-anak malas bangun dikarenakan anak berada dalam posisi yang nyaman, segera hilangkan rasa nyaman tersebut contohnya dengan cara menyalakan lampu kamar, mematikan AC kamar atau hal lainnya sehingga muncul ketidaknyamanan dan anak akan segera terbangun.

5.Bangunkan dengan kelembutan

Cobalah membangunkan anak dengan belaian sayang, panggillah namanya dengan nada rendah dengan demikian anak akan bangun dengan perasaan yang nyaman.

6.Berikan reward

Berikan reward kepada anak jika anak sudah mulai terbiasa untuk bangun pagi, sehingga anak akan merasa dihargai akan kerja kerasnya untuk bangun pagi.

Pendidikan yang diberikan kepada anak mesti ada pembiasaan. Jadi, kita harus memiliki kesabaran yang ekstra untuk membiasakan hal tersebut. Tak masalah jika di awal terasa berat kerena seiring berjalannya waktu, anak akan terbiasa tanpa harus dibangunkan lagi dan merasakan bangun pagi merupakan kegiatan yang menyenangkan. Selamat mencoba..(Zaina)

Olahraga, Olahjiwa........

bagus

Banjarbaru, Memiliki tubuh yang sehat dengan bentuk ideal pasti jadi impian banyak orang. Namun karena keterbatasan waktu, kadang banyak orang yang tidak bisa begitu peduli mengenai kesehatan tubuhnya. Padahal olahraga merupakan aspek penting dalam proses pembentukan tubuh dan kebugaran tubuh. Sebagai contoh pekerja kantoran, saat seharian duduk menatap komputer, karena jarang bergerak bisa jadi ladang penumpukkan lemak. Jika jarang bergerak bukan hanya lemak yang bertumpuk di tubuh, gula darah juga bisa naik dan berbagai penyakit lainnya dapat muncul karena kurang bergerak dan ditambah lagi kurang minum air putih. Kondisi bisa bertampah parah dengan asupan makan siang yang menumpuk.

Sebagai bentuk kepedulian akan itu, BP-PAUD dan Dikmas Kalimantan Selatan satu minggu sekali setiap hari jumatnya selalu menggelar olahraga bersama dilapangan BP-PAUD dan Dikmas Kalimantan Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai baik itu PNS, pramubakti, petugas keamanan, serta petugas kebersihan membaur menjadi satu. Selain bertujuan untuk membugarkan tubuh kegiatan ini juga bertujuan untuk memupuk kebersamaan antar pegawai dilingkungan kerja, sebagaimana makna dan nilai olahraga, bila budaya olahraga itu tumbuh, secara langsung akan menumbuhkan budaya disiplin, konsistensi, dan persahabatan, Pada intinya olahraga bila dimaknai dan dihayati secara benar dan baik akan mewujud pada pembentukan karakter. Olahraga dapat memfasilitasi setiap individu-individu untuk membangun dan menumbuhkan karakter positif dan juga olahraga merupakan wahana pembelajaran yang efektif untuk pendidikan karakter.

 

Namun kali ini ada yang berbeda di BP-PAUD dan Dikmas Kalimantan Selatan, Mengapa? Sejak berdirinya Labsite Olahraga, pegawai yang dulunya malas-malasan melakukan olahraga baik itu olahraga berat ataupun ringan sekarang terlihat begitu antusias untuk berolahraga. Dibantu oleh instruktur-instruktur yang ramah kegiatan berolahraga pun kian menyenangkan. Adapun alat olahraga yang tersedia diantaranya adalah sit up bench, Chest press machine, Shoulder press machine, dan tentu saja yang paling umum adalah treadmill. Adapun fungsi dari alat –alat olahraga itu yakni untuk melatih otot perut, otot dada, otot lengan dan otot betis hingga membakar kalori bagi yang menginginkan tubuh ideal. Labsite ini dibuka pada hari senin s.d. sabtu pada jam 14.00 s.d. 17.00 wita terkecuali hari jumat buka pada jam 08.00 s.d. 11 wita.

Sesuatu yang baik jika dilakukan secara berlebihan akan menjadi tidak baik. Olah raga secara berlebihan juga akan melemahkan daya tahan tubuh, sebaiknya melakukan olah raga secukupnya saja. Oleh karena itu kita tingkatkan kualitas hidup dan kesehatan dengan berolah raga secara teratur., marilah kita bersama membiasakan diri kita untuk berolah raga dan menjaga kesehatan jasmani kita, itu semua merupakan sebuah kewajiban setiap individu. Salam Olahraga……(Zaina)